Skip to content

Prefektur Osaka Akan Memungut Biaya Tetap Untuk Wisatawan Asing Mulai Tahun 2025

Photo by Juliana Barquero / Unsplash

Prefektur Osaka sedang mempertimbangkan untuk memungut biaya tetap dari pengunjung asing, kemungkinan akan diberlakukan pada saat dimulainya World Exposition di Jepang bagian barat pada bulan April 2025, gubernurnya mengatakan pada hari Rabu kemarin kepada Kyodo News.

Biaya tersebut akan digunakan untuk mendanai penanggulangan "overtourism". Saat ini, tidak ada skema perpajakan yang diperkenalkan oleh pemerintah daerah di Jepang yang secara khusus menargetkan orang asing, menurut Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa mereka perlu mendapatkan persetujuan dari menteri dalam negeri untuk membuat sistem seperti itu, yang rinciannya masih belum selesai.

Pemerintah prefektur juga perlu menyelesaikan beberapa rintangan untuk memperkenalkan skema tersebut, seperti memastikan sistem pungutan konsisten dengan konvensi pajak negara.

"Kami ingin para pengunjung asing menikmati Osaka dan mencoba untuk mewujudkan hidup berdampingan dengan penduduk lokal melalui keindahan kota," ujar Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura kepada para wartawan.

Pemerintah prefektur berencana untuk meluncurkan sebuah panel untuk membahas masalah ini pada bulan April.

Prefektur saat ini memungut pajak akomodasi sebesar 100 yen (Rp 10.000) hingga 300 yen untuk biaya kamar sebesar 7.000 yen atau lebih per malam, baik tamu yang menginap adalah warga negara Jepang maupun warga negara asing. Yoshimura menyarankan jumlah yang diusulkan untuk biaya tetap sekitar jumlah yang sama.

BACA JUGA:

Pemerintah Jepang Menyetujui Rencana Resor Kasino Pertama di Osaka
Pemerintah akan menyetujui rencana Prefektur dan kota Osaka untuk membuka resor kasino pertama di Jepang pada tahun 2029

Karena pemerintah prefektur dan kota Osaka berencana untuk membuka resor terpadu yang dilengkapi dengan kasino pada tahun 2030 di Yumeshima, sebuah pulau buatan di Teluk Osaka yang menjadi tempat penyelenggaraan Expo 2025, prefektur tersebut membutuhkan langkah-langkah untuk mengurangi dampak "pariwisata berlebihan", menurut Yoshimura.

Comments

Latest